Gunungan Djokdja

Tema tur kali ini berbeda dengan yang sebelumnya. Setelah ngedadak tur, kami kembali menapaki kota Yogyakarta. Lagi-lagi kota ini yang jadi pilihan. Jujur saja, kota ini jadi kota kedua setelah Bandung yang menarik perhatian kami. Entah karena situasinya, karena kenyamannya, ataupun masyarakatnya. Kota ini terkenal dengan sebutan kota wisata.

Jam 7 malam, di terminal Cicaheum Bandung kami menunggu bis yang akan membawa kami. Mana ya? Oh itu dia..Kramat Jati!

Dengan berbekal roti kadet, snack kecil, coklat, permen, air mineral dan nasi goreng, kami bersemangat untuk melancong. Sepanjang jalan tak hentinya kami bercakap-cakap dan tertawa ria. sampai saat lapar menjemput perut untuk melahap nasi goreng. Hm..yummy! Nasi goreng Ling punya hehe..

(more…)

Continue Reading Gunungan Djokdja

Rosmellix dkk : Jalan-jalan ke Batu Lonceng

  • Post Category:story / trip

Pagi itu saya bergegas menuju Ledeng, janji bertemu teman-teman di gerbang UPI. Hari itu, saya bolos kerja karena memang hendak jalan-jalan ke Batu Lonceng Lembang bersama Jesis, Dimas, Ucan, dan Cindy.

Perjalanan dimulai dengan angkutan ke arah Lembang, dan berhenti di pasar Lembang. Dari sini, kami naek angkutan pedesaan ke arah Cibodas. Angkutan ini semacam oplet, sudah tua dan sebenarnya sudah tidak layak untuk digunakan. Dan waduh…kami harus duduk sekitar satu jam menunggu angkutan ini penuh dengan penumpang (kebanyakan ibu-ibu) yang belanja di pasar Lembang.

(more…)

Continue Reading Rosmellix dkk : Jalan-jalan ke Batu Lonceng

Heritage Walks bersama Gagasceria

  • Post Category:trip

Tiba-tiba aja jam 7 pagi sudah ada di Preanger. Sambil duduk, saya baca lagi tulisan tangan. Hari ini emang ada tur alam buatan bertemakan sejarah Bandung dengan SD Gagas Ceria. Sambil ngelamun, saya tersenyum sama bapak satpam yang dari tadi memandang. Rupanya emang bapak satpam nunggu-nunggu “..mana rombongan dari Bandung Heritage teh..”.

Pukul 7.50, datang minibus yang dikira pikir mau nabrak pintu gerbang Hotel Preanger. Ups..ternyata supir bus-nya salah jalan masuk ke Preanger..
Mungkin karena nggak tau pintu mana yang bisa dilalui

Sudah jam 8 kurang, entah mengapa juga, Kang Hariavo yang mustinya menemani saya, mendadak meriang. Untung…ada Kang Dadan (awalnya emang niat cuman foto aja, tapi jadi kecipratan guiding hehe). Peserta tur kali ini dibagi jadi 2 grup. Saya pegang grup pertama, Kang Dadan grup yang kedua.

berkenalan..
berkenalan..

Saya perkenalkan diri dan mulai bercerita tentang Bandung purba, berlanjut ke Jalan Asia Afrika dan disambung dengan kisah Bandung tempo dulu. Belum selesai saya bicara, ada yang bertanya..”Kak, Daendels itu sudah pernah kesini y..?
Wah..tampaknya adik-adik dari Gagas Ceria sudah pada tahu nic.. Hm..saya jadi kewalahan dihujani dengan berbagai macam pertanyaan hehe..

Spot pertama yang dituju itu KM 0 yang terlihat dengan monumen setum-nya.. Lucu, ada yang bertanya, “..bahan bakarnya apa?”, “..kenapa kok monumen-nya tahun 2004..?”. Hahaha..spontan, saya dan guru-guru pembimbingnya (Mba Irna dan Mba Nining) geli denger pertanyaan mereka. Ada satu tanda yang mereka tanya, dan..jujur aja saya nggak tau itu teh apa..sepakat jadi pe-er buat grup kami ini hehe..

(more…)

Continue Reading Heritage Walks bersama Gagasceria