Junghuhn Inspirasiku

  • Post Category:story / trip

Catatan Perjalananku 13 April 2014 bersama komunitas Mata Bumi

Pagi itu, aku ada di tempat yang bernama Cagar Alam Junghuhn. Terbesit di pikiran, ” Siapa itu Junghuhn?”, “Bapak kina-kah?”. Penasaran, mulailah masuk ke kawasan itu. Di sana terlihat bangunan putih seperti tugu. Bagian bawah seperti kotak dan bagian atas meruncing seperti pena. Disitu tertulis nama “Dr. Franz Wilhelm Junghuhn”. Melihat lagi bangunan itu, ada keterangan lain “Mansfeld/Magdeburg 26 Oktober 1809” dan “Lembang 24 April 1864”. Baru tersadar kalau yang seperti ini biasanya makam. Tapi siapakah dia?

Kedua kalinya datang lagi ke tempat ini bersama teman-teman dari komunitas Mata Bumi. Sambil duduk santai, Kang Hawe Setiawan menceritakan bangunan putih ini dan Junghuhn. Memang benar, bangunan ini adalah makam. Namun bentuk makam berbeda. Bagian bawah yang berbentuk kotak itu perlambang al kitab, sedangkan bagian atas yang meruncing menyerupai pena adalah simbol poros dan bumi (seperti altar). Sedangkan Dr. Franz Wilhelm Junghuhn atau yang biasa dikenal Junghuhn, adalah seorang perintis tanaman kina di Indonesia. (more…)

Continue Reading Junghuhn Inspirasiku

Mendadak Jalan

Berawal dari miss time gara-gara antri beli nasi padang n cemilan, kamis malam itu. Pk 19.50 posisi masih di daerah suci, sementara kereta malam berangkat pk 20.00. Sebenarnya sih hopeless tiba di stasiun Hall Bandung dalam 10 menit. Tapi saya yakinkan diri dan teman-teman saya bahwa “Kita berangkat malam ini dengan kereta api..”.

“Alhamdulillah…” ujarku, sesampainya di stasiun Hall. Saat melirik jam, waktu masih menunjukkan pk 19.55. Haha..lucu, ternyata belum terlambat. Maklumlah, angkutan umum tadi ngebutnya bikin jeleng. Setelah duduk di kereta, tanpa basa basi langsung menyerbu nasi padang yang tadi dibeli.

Sepanjang perjalanan di kereta, banyak pemandangan yang dilihat. Mulai dari orang yang sibuk mencari tempat duduk kosong, portir yang mengangkut barang, lalu lalang penjual makanan dan minuman, kondektur yang memeriksa tiket, pengamen dengan irama musik, sampai suara gesekan rel dan roda kereta yang memecah keheningan malam itu.

(more…)

Continue Reading Mendadak Jalan

Gunungan Djokdja

Tema tur kali ini berbeda dengan yang sebelumnya. Setelah ngedadak tur, kami kembali menapaki kota Yogyakarta. Lagi-lagi kota ini yang jadi pilihan. Jujur saja, kota ini jadi kota kedua setelah Bandung yang menarik perhatian kami. Entah karena situasinya, karena kenyamannya, ataupun masyarakatnya. Kota ini terkenal dengan sebutan kota wisata.

Jam 7 malam, di terminal Cicaheum Bandung kami menunggu bis yang akan membawa kami. Mana ya? Oh itu dia..Kramat Jati!

Dengan berbekal roti kadet, snack kecil, coklat, permen, air mineral dan nasi goreng, kami bersemangat untuk melancong. Sepanjang jalan tak hentinya kami bercakap-cakap dan tertawa ria. sampai saat lapar menjemput perut untuk melahap nasi goreng. Hm..yummy! Nasi goreng Ling punya hehe..

(more…)

Continue Reading Gunungan Djokdja

Rosmellix dkk : Jalan-jalan ke Batu Lonceng

  • Post Category:story / trip

Pagi itu saya bergegas menuju Ledeng, janji bertemu teman-teman di gerbang UPI. Hari itu, saya bolos kerja karena memang hendak jalan-jalan ke Batu Lonceng Lembang bersama Jesis, Dimas, Ucan, dan Cindy.

Perjalanan dimulai dengan angkutan ke arah Lembang, dan berhenti di pasar Lembang. Dari sini, kami naek angkutan pedesaan ke arah Cibodas. Angkutan ini semacam oplet, sudah tua dan sebenarnya sudah tidak layak untuk digunakan. Dan waduh…kami harus duduk sekitar satu jam menunggu angkutan ini penuh dengan penumpang (kebanyakan ibu-ibu) yang belanja di pasar Lembang.

(more…)

Continue Reading Rosmellix dkk : Jalan-jalan ke Batu Lonceng