Kencan Sama Doraemon

Siapa sih yang ga kenal doraemon?

Itu lho tokoh dalam komik juga animasi Jepang karya Fujiko F. Fujio. Seekor kucing berwarna biru, bulet, lucu, yang punya kantong ajaib di perutnya. Kucing ini datang dari masa depan untuk membantu keseharian nobita buat “move on”. Nobita yang berteman dengan suneo, giant, dan shizuka.

Saya kenal doraemon gara-gara sering mampir ke toko buku, iseng melirik manga ini. Singkat kata tertariklah sama cerita doraemon, lalu ga sengaja lihat anime-nya yang disiarkan di televisi. Keterusan deh sampe sekarang. Rasanya sayang melewatkan kisah si robot kucing biru ini. Bagaimana pun alur ceritanya, tetep aja suka dengan karakternya.

Ngomong-ngomong soal doraemon, ada lho cafe yang tematik kucing biru ini di kota Bandung. Dengan sengaja saya mampir ke cafe ini, selain penasaran pengen melihat-lihat, juga ingin coba menunya.

Continue Reading →

Vila Merah

Vila Merah…

Demikian nama tersebut diberikan pada sebuah bangunan yang merupakan rumah tinggal (vila), yang berada di Jalan Tamansari No 78 Bandung. Vila ini memiliki dinding dari batu bata merah yang tidak diplester. Batu batanya sendiri dibawa dari negeri Belanda dengan kapal laut.

Salah satu referensi mengatakan bahwa vila ini dirancang oleh C.P. Wolff Schoemaker pada tahun 1918. Sumber lain menyebutkan bahwa C.P. Wolff Schoemaker dan R.L.A. Schoemaker yang merancang pada tahun 1922. Namun saat saya berkunjung ke lokasi, di plakat tertulis dibangun pada tahun 1922 oleh R.L.A Schoemaker. Continue Reading →

Api Abadi Mrapen

Api abadi mrapen ini adalah situs fenomena geologi berupa api yang menyala di atas tanah, sebagai akibat dari terbakarnya gas alam yang muncul ke permukaan bumi.

Tak sengaja menemukan tempat ini saat lewat daerah Gubug Purwodadi, ada plang bertuliskan api abadi mrapen. Karena penasaran, masuklah ke lokasi ini dan bertemu dengan palang yang menandakan bahwa disini ada tempat wisata.

Api abadi mrapen ini tepatnya berada di Desa Manggarmas Kecamatan Godong Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Disini rupanya kawasan pedesaan yang dibangun gor atau stadion olahraga dengan bale di depannya. Melihat ke arah kanan, akan menemukan rumah-rumah dan tempat dimana api abadi mrapen berada.

Saat saya berkunjung kesana tampak bangunan yang menggunung menyerupai gundukan. Di bagian atasnya terdapat tumpukan batu yang menyala. Tanganku mendekat ke arah tumpukan batu tersebut dan benar terasa panas. Sesekali kulihat ada percikan api yang tiba-tiba membesar dan mengecil lagi. Continue Reading →

Fact : Stay In Residence Complex

Stay in residence complex (like apartment) must pass a gate that always guarded by security 24 hours. They will open the gate to come in and come out. For a visitor, you have to ask permission. The security will ask your name and whom you will visit, then they will make a call to a person that you are headed for. If the person is be in a place, they will allow you inside or maybe that person can pick you up at the gate.

Place To Stay At Bogotá (1)

Looking for a place to stay in Colombia was a little bit amusing. A lot of place to stay with condition and facilities. For example you can choose a small house or big house in complex area or even in apartment. Stay with friend college or with house-parent or with a big family. They maybe have private or share bath room, TV (in your room or living room), but wifi is a must for internet connection. Some of them provide meals and laundry. Some others allow us to use the kicthen. Depend on the condition.

Continue Reading →

My Room My Homestay 

This is my first homestay, in a complex area which is guarded by security. The place is in the middle of city, 10 minutes walk distance to bus stop (transmilenio). My room was roomy with wifi and share bath room. Served meals twice a day (breakfast+dinner) and i can use the kitchen. The cost was taken 1,216mil for a month. A little bit expensive for me. Stayed with a granny and a little bird, remind me to carton aboint tweety bird and a granny. But too bad no sylvester around 😉

Universitas La Sabana

Berada di lingkungan akademik itu buat saya adalah hal yang mengasyikkan. Bisa belajar banyak hal seperti ikut kelas, bertemu pengajar, ataupun membaca buku di perpustakaan. Hal lain yang membuatku menarik itu bersosialisasi dengan orang lain. Entah itu sekedar ngobrol ataupun bertukar pikiran. Lebih-lebih bisa dilakukan di luar kelas (outdoor) dengan suasana yang santai.

Begitu juga yang terjadi denganku saat belajar di kampus ini, Universitas La Sabana (La Sabana University/Universidad de La Sabana), demikian namanya.

Continue Reading →

Junghuhn Inspirasiku

Catatan Perjalananku 13 April 2014 bersama komunitas Mata Bumi

Pagi itu, aku ada di tempat yang bernama Cagar Alam Junghuhn. Terbesit di pikiran, ” Siapa itu Junghuhn?”, “Bapak kina-kah?”. Penasaran, mulailah masuk ke kawasan itu. Di sana terlihat bangunan putih seperti tugu. Bagian bawah seperti kotak dan bagian atas meruncing seperti pena. Disitu tertulis nama “Dr. Franz Wilhelm Junghuhn”. Melihat lagi bangunan itu, ada keterangan lain “Mansfeld/Magdeburg 26 Oktober 1809” dan “Lembang 24 April 1864”. Baru tersadar kalau yang seperti ini biasanya makam. Tapi siapakah dia?

Kedua kalinya datang lagi ke tempat ini bersama teman-teman dari komunitas Mata Bumi. Sambil duduk santai, Kang Hawe Setiawan menceritakan bangunan putih ini dan Junghuhn. Memang benar, bangunan ini adalah makam. Namun bentuk makam berbeda. Bagian bawah yang berbentuk kotak itu perlambang al kitab, sedangkan bagian atas yang meruncing menyerupai pena adalah simbol poros dan bumi (seperti altar). Sedangkan Dr. Franz Wilhelm Junghuhn atau yang biasa dikenal Junghuhn, adalah seorang perintis tanaman kina di Indonesia. Continue Reading →

Mendadak Jalan

Berawal dari miss time gara-gara antri beli nasi padang n cemilan, kamis malam itu. Pk 19.50 posisi masih di daerah suci, sementara kereta malam berangkat pk 20.00. Sebenarnya sih hopeless tiba di stasiun Hall Bandung dalam 10 menit. Tapi saya yakinkan diri dan teman-teman saya bahwa “Kita berangkat malam ini dengan kereta api..”.

“Alhamdulillah…” ujarku, sesampainya di stasiun Hall. Saat melirik jam, waktu masih menunjukkan pk 19.55. Haha..lucu, ternyata belum terlambat. Maklumlah, angkutan umum tadi ngebutnya bikin jeleng. Setelah duduk di kereta, tanpa basa basi langsung menyerbu nasi padang yang tadi dibeli.

Sepanjang perjalanan di kereta, banyak pemandangan yang dilihat. Mulai dari orang yang sibuk mencari tempat duduk kosong, portir yang mengangkut barang, lalu lalang penjual makanan dan minuman, kondektur yang memeriksa tiket, pengamen dengan irama musik, sampai suara gesekan rel dan roda kereta yang memecah keheningan malam itu.

Continue Reading →

Gunungan Djokdja

Tema tur kali ini berbeda dengan yang sebelumnya. Setelah ngedadak tur, kami kembali menapaki kota Yogyakarta. Lagi-lagi kota ini yang jadi pilihan. Jujur saja, kota ini jadi kota kedua setelah Bandung yang menarik perhatian kami. Entah karena situasinya, karena kenyamannya, ataupun masyarakatnya. Kota ini terkenal dengan sebutan kota wisata.

Jam 7 malam, di terminal Cicaheum Bandung kami menunggu bis yang akan membawa kami. Mana ya? Oh itu dia..Kramat Jati!

Dengan berbekal roti kadet, snack kecil, coklat, permen, air mineral dan nasi goreng, kami bersemangat untuk melancong. Sepanjang jalan tak hentinya kami bercakap-cakap dan tertawa ria. sampai saat lapar menjemput perut untuk melahap nasi goreng. Hm..yummy! Nasi goreng Ling punya hehe..

Continue Reading →